Rabu, 08 Januari 2014

Kontrol Kecepatan Motor Pompa Air dengan Saklar Toggle

Anis Maulida1; MuhammadIbnu Sahil2; Yusby Macho B. P.3
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang
Jln. Prof. Sudarto, SH, Ds. Tembalang Semarang 50275 INDONESIA
E-mail :anis.maulidda@gmail.com, ibnu8366@gmail.com, yusby@engineer.com
Phone : +62 24 7473417, 7499585, 7499586
Fax : +62 24 7472396

Abstract
At this timeall ofthe industrycertainlyneeds water. Oneimportantrequirementin the production processin theindustryiswater. Requirewaterpumpsas a means ofdistribution. Inthe process works, waterpumprequiresconsiderable energy. Butoftentimesusethe waterpumpis notcomparable tothe capacityneeds ofwater released. Ifthewaterpump workingintothe dual function, whichcan beset manuallyandcanalso beset usingan appropriate controllerso itcan work ascharacteristic ofthe load demand,thecontrollercanadjustthepressureonthe waterpump outputto thedriving motorrotationby adding awaterlevelsensor,thenitsusewould be moreefficientandeasier. From theabovepremise, then madearrangementsofwaterpressurewaterpump outputby adjusting therotation speed ofthe motorusing awaterpumptoggle switchon-off-on is controlledby thearduinouno.
Keyword :  Arduino Uno, Toggle Switch, and Water Pump

                                                                                                    

   I.          PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Pada saat ini hamper semua industri membutuhkan air. Salah satu kebutuhan yang sayangat penting dalamproses produksi di industri adalah air. Air dalam pendistribusiannya memerlukan suatu alat yang disebut pompa air. Dalamproses kerjanya, pompa air memerlukan energi yang tidak sedikit. Namun, sering kali pemakaian pompaair atau daya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan volume air yang mampu dihasilkan. Umumnya kerja dari pompa air itu sendiri dilakukan dengan dua cara, yaitu dapat dilakukan secara manual dan serta otomatis baik menggunakan sensor ataupun kontroller lainnya. Dengan menggunakan cara kedua yaitu otomatis, maka penggunaan dapat menggunakan pompa airnyadengan sangat mudah. Sering kita mendengar sensor ketinggian air. Kita dapat memanfaatkan plat logam yang ada untuk untuk dijadikan sensor ketinggian air. dengan cara menambahkan sensor ketinggian air ini, maka penggunaan pompa air akan semakin mudah dan akan menghemat lebih banyak air karena kita dapat mengatur kecepatan motor ataupun kapan motor pompa iar tersebut akan berhenti bekerja melalui plat yang kita jadikan sebagai sensor ketinggian air.

1.2    Rumusan Masalah
       Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada latar belakang, disusun rumusan masalah sebagai berikut:

1)       Bagaimana merancang  rangkaian pengganti sensor ketinggian air menggunakan toggle switch ON-OFF-ON ?

2)       Bagaimana cara merangkai pompa air dc sebagai output dari toggle switch dengan Arduino Uno sebagai kontrollernya?

3)       Bagaimana cara mengatur toggle switch sebagai sensor ketinggian air sehingga pompa air dapat bekerja berdasarkan toogle switch?


1.3    Tujuan
1.  Mengaplikasikan Mikrokontroler Arduino Uno untuk Sistem Pengaturan Pompa Air
2. Membuat rancangan kontrol untuk pengendalian pompa air berbasis mikrokontroler yang bekerja berdasarkan deteksi level air sesuai dengan sensor level  ketinggian air.
 II.         TINJAUAN PUSTAKA
Penjelasan dan uraian teori penunjang yang digunakan dalam membuat alat ini diperlukan untuk mempermudah pemahaman tentang cara kerja rangkaian maupun dasar-dasar perencanaan pembuatan alat. Teori – teori yang akan dijelaskan dalam bab ini meliputi Arduino Uno, Toggle Switch, driver motor dan Water Pump DC 12volt.

2.1 ARDUINO UNO R3

Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroler yang didasarkan pada ATmega328 (datasheet). Arduino UNO mempunyai 14 pin digital input/output (6 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, sebuah osilator Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header, dan sebuat tombol reset. Arduino UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang mikrokontroler, mudah menghubungkannya ke sebuah computer dengan sebuah kabel USB atau mensuplainya dengan sebuah adaptor AC ke DC atau menggunakan baterai untuk memulainya.



          Gambar 2.1 Arduino Uno
      Sumber :http://arduino.cc/en/Main/arduinoBoardUno

Setiap 14 pin digital pada Arduino Uno dapat digunakan sebagai input dan output, menggunakan fungsi pinMode )digitalWrite(), dan digitalRead(). Fungsi-fungsi tersebut beroperasi di tegangan 5 Volt. Setiap pin dapat memberikan atau menerima suatu arus maksimum 40 mA dan mempunyai sebuah resistor pull-up (terputus secara default) 20-50 kOhm. Selain itu, beberapa pin mempunyai fungsi-fungsi spesial:
§ Serial: 0 (RX) dan 1 (TX). Digunakan untuk menerima (RX) dan memancarkan (TX) serial data TTL (Transistor-Transistor Logic). Kedua pin ini dihubungkan ke pin-pin yang sesuai dari chip Serial Atmega8U2 USB-ke-TTL.
§ External Interrupts: 2 dan 3. Pin-pin ini dapat dikonfigurasikan untuk dipicu sebuah interrupt (gangguan) pada sebuah nilai rendah, suatu kenaikan atau penurunan yang besar, atau suatu perubahan nilai. Lihat fungsi attachInterrupt() untuk lebih jelasnya.
§ PWM: 3, 5, 6, 9, 10, dan 11. Memberikan 8-bit PWM output dengan fungsi analog.
§ SPI: 10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin-pin ini mensupport komunikasi SPI menggunakan SPI library.
§ LED: 13. Ada sebuah LED yang terpasang, terhubung ke pin digital 13. Ketika pin bernilai HIGH LED menyala, ketika pin bernilai LOW LED mati.
Arduino UNO mempunyai 6 input analog, diberi label A0 sampai A5, setiapnya memberikan 10 bit resolusi (contohnya 1024 nilai yang berbeda). Secara default, 6 input analog tersebut mengukur dari ground sampai tegangan 5 Volt, dengan itu mungkin untuk mengganti batas atas dari rangenya dengan menggunakan pin AREF dan fungsi analogReference(). Di sisi lain, beberapa pin mempunyai fungsi spesial:
§ TWI: pin A4 atau SDA dan pin A5 atau SCL. Mensupport komunikasi TWI dengan menggunakan Wire library
Ada sepasang pin lainnya pada board:
§ AREF. Referensi tegangan untuk input analog. Digunakan dengan analogReference().
§ Reset. Membawa saluran ini LOW untuk mereset mikrokontroler. Secara khusus, digunakan untuk menambahkan sebuah tombol reset untuk melindungi yang memblock sesuatu pada board.
Lihat juga pemetaan antara pin Arduino dengan port Atmega328. Pemetaan untuk Atmega8, 168, dan 328 adalah identik.


2.2 TOGGLE SWITCH

Gambar 2.2 Toggle Switch Pengganti sensor ketinggian air

Toggle switch merupakan salah satu perangkat masukan yang fungsinya sama seperti saklar pada umumnya yaitu untuk menyambung dan memutus tegangan. Komponen ini memiliki 3 kondisi/keadaan yaitu,pada saat On posisi arah atas, On posisi arah bawah, dan Off pada saat posisi tengah.
2.3 POMPA AIR DC DC 12 Volt

Gambar 2.3.a : Water Pump DC 12 Volt
Pompa Air DC merupakan jenis pompa yang menggunakan motor dc dan tegangan searah sebagai sumber tenaganya. Dengan memberikan beda tegangan pada kedua terminal tersebut, motor akan berputar pada satu arah, dan bila polaritas dari tegangan tersebut dibalik maka arah putaran motor akan terbalik pula. Polaritas dari tegangan yang diberikan pada dua terminal menentukan arah putaran motor, sedangkan besar dari beda tegangan pada kedua terminal menentukan kecepatan motor. Pompa Air DC memiliki 3 bagian dasar :
1.       Bagian yang tetap/stasioner yang disebut stator. Stator ini menghasilkan medan magnet, baik yang dibangkitkan dari sebuah koil (elektro magnet) ataupun magnet permanen.
2.       Bagian yang berputar disebut rotor. Rotor ini berupa sebuah koil dimana arus listrik mengalir.
3.       Gear Box yang dipasang pada pompa. Gear box ini didalamnya terdapat gear yang dipasang pada ujung rotor untuk menghisap air.
Gaya elektromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh megnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan.

Gambar 2.3.b : Konstruksi Motor DC

Belitan stator merupakan elektromagnet, dengan penguat magnet terpisah F1-F2. Belitan jangkar ditopang oleh poros dengan ujung-ujungnya terhubung ke komutator dan sikat arang A1-A2. Arus listrik DC pada penguat magnet mengalir dari F1 menuju F2 menghasilkan medan magnet yang memotong belitan jangkar. Belitan jangkar diberikan listrik DC dari A2 menuju ke A1. Sesuai kaidah tangan kiri jangkar akan berputar berlawanan jarum jam.
Gaya elektromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh megnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan. Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan magnet B. Arah gaya F dapat ditentukan dengan aturan tangan kiri seperti pada gambar berikut.

2.4 DRIVER MOTOR
               

Gambar 2.4.a Driver Motor 

Gambar 2.4.b Skematik Driver Motor

            Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa untuk me-driver motor kita menggunakan.
1.      Transistor BD139, TIP3055.
2.      Dioda 1N5401
3.      Resistor 10KΩ, 470Ω.
Dengan spesifikasi kerja motor water pump yang mencapai 2Ampere saat start awal. Oleh karena itu diode yang digunakan setidaknya diode yang mampu mengalirkan arus hingga sebesar 2 Ampere. Selain itu, diode pada rangkaian digunakan sebagai pengaman agar transistor tidak terkena induksi dari motor.

                                                                                                                                                   III.       PERANCANGAN ALAT

3.1 Perancangan perangkat keras pada alat
Perancangan perangkat keras pada alat Kontrol Putaran Motor ( Water Level ) Pada Water Pumpini meliputi perancangan driver pengontrol water pump perancanganpeletakan toggle Switch ON-OFF-ON yang difungsikan sebagai pengganti sensor. Secara umumperancangan perangkat keras dapat dilihat padaGambar 3.1.


Gambar 3.1 Diagram blok rangkaian
Tiap-tiap bagian dari diagram blok sistem
pada Gambar 3 dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Input : Sensor/Plat dan Toggle Switch
Digunakanuntuk mengatur  kecepatan pompa air dc.
2.Proses: Arduino UNO R3
Digunakan sebagai pengkondisian tiap-tiap input dengan ketentuan tiap input memiliki nilai yang berbeda-beda saat terkena air. Dan perbedaan nilai inilah yang nantinya digunakan sebagai penentu kecepatan waterpump.
3.Output:Driver motor berserta Pompa air DC
Driver digunakan untuk mengontrol serta mensupply kebutuhan akan arus dari waterpump tersebut. Waterpump berfungsi untuk menghisap air dari satu tempat ke tempat yang lainnya yang di inginkan.

3.2  Perancangan perangkat lunak pada alat(Software)
Perancangan perangkat lunak merupakanperancangansuatu program yang nantinya akan digunakan untukmengontrol kecepatan motor berdasarkan pemanfaatan pin digital yang terdapat pada arduino sebagai input maupun output yang cara kerjanya dapat dilihat melalui Flowchart berikut.

                                                                                                                                           IV.       PENGUJIAN DAN ANALISIS


4.1 Pengujian Alat

Gambar 4.1.a : Pengujian Alat

Gambar 4.1.a : Plat yang digunakan sebagai sensor.
Kiri (sensor 1) – Kanan (sensor 8)

Setiap sensor yang terkena air, maka sensor tersebut berserta sensor yang memiliki nomor dibawahnya akan bernilai nol “0”, sedangkan sensor diatasnya yang belum terkena air akan tetap bernilai “1”. Misalnya seperti pada tabel 1, sensor 5 terkena air sehingga akan terhubung oleh common dan berlogic“0”. Pada saat sensor 5 berlogic “0”, maka semua sensor dibawahnya akan berlogic “0” sedangkan sensor diatasnya masih akan tetap berlogic “1”.

No
Plat / Sensor
Air mengenai Sensor 5
Nilai Output saat terkena air
1
Sensor 1
0
250
2
Sensor 2
0
240
3
Sensor 3
0
230
4
Sensor 4
0
220
5
Sensor 5
0
210
6
Sensor 6
1
200
7
Sensor 7
1
190
8
Sensor 8
1
0

Dan kemudian ketika Air menyentuh Sensor 8 maka rangkaian akan mati seketika itu juga.

4.2 Analisa Data

                Dari data yang diperoleh tersebut, maka kerja motor akan melambat seiring bertambahnya air dalam suatu wadah dan menyentuh satu persatu sensor. Hingga suatu saat kemudian kerja motor akan berhenti dengan tersentuhnya plat yang terakhir yaitu sensor 8 oleh air.

                                                                                                                                                                V.        KESIMPULAN

Setelah dilakukan pengujian dan penganalisaan alat yang telah dibuat  maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
  1. Sensor level ketinggian air, menentukan kecepatan putaran motor DC pada pompa air. Semakin tinggi permukaan air yang menyentuh plat/sensor maka laju kecepatan pompa air dc akan semakin melambat.
  2. Masing-masing saklar mempunyai nilai/setting poin yang berbeda yang akan menentukan kecepatan putar dari pompa air.

DAFTAR PUSTAKA
[1]   Datasheet Toggle Switch On-Off-On
[2]   Datasheet Arduino Uno
[3]   Datasheet Pompa Air  DC 12 V RS-360SH






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar