Rabu, 08 Januari 2014

Pengaturan Kecepatan Putar Motor DC dengan Tombol Tekan

Herwanto1, Puji Setyaningrum2, Seno Adi Wicaksono3

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang  
Jln. Prof. Sudarto, SH, Ds. Tembalang Semarang 50275 INDONESIA 


AbstractHerwanto., Puji Setyaningrum, Seno Adi Wicaksono, “The Controlling Rotary DC Motor with Push On-Off Button”, Arduino Project DIII Electro Engineering Department Politeknik Negeri Semarang, lectured by Dr. Samuel BETA; Ing-Tech.,M.T., December 2013.

The controlling rotary DC motor using “Push On-Off Button” as input and DC motor as output. The velocity of Motor DC controlled by 8 Push On-Off Button, When push On-Off button is pressed, data is sent to Arduino and processed by Arduino. The processed data from Arduino had function to program the speed of DC Motor with PWM. Then, data is sent to IC 293D. If we give trigger pulse in enable pin from IC293D, IC293D can work as relay. The result of this final project is made Motor DC rotating appropriate with PWM from Arduino. The speed of DC Motor will be increased if the push On-Off button is pressed one by one. 

KeywordsDC Motor,  On Button, ArduinoUNO, IC L293D, IC 4070.


I.      pendahuluan
A.         Latar Belakang
Untuk tugas proyek arduino kali ini, kami menggunakan arduino UNO, IC L293D, IC 4070, push ON button, resistor, LED, dan motor DC. Pada proyek arduino kali ini, yang akan kami atur adalah kecepatan putar dan arah putar pada motor DC. Untuk mengatur arah putar pada motor DC dan menggerakkan motor DC menggukana IC L293D. IC ini dapat mengatur 2 motor DC sekaligus dan untuk mengendalikan motor DC,  kita tinggal  berikan pulsa atau logika yang sesuai pada EN1 untuk mengaktifkan motor dan pin IN1-IN2 untuk arah putaran, dengan output yang diperkuat pada pin OUT1-OUT2. Pada IC L293D ini dapat menggerakkan dua motor DC  sekaligus, IC ini juga dapat digunakan untuk aplikasi switching sampai frekuensi 5 KHz. IC driver L239D dikemas dalam 16 pin dimana 4 pin yang dihubungkan bersama  dengan ground serta tegangan input 5 Volt untuk pengaktif IC dan 12 Volt sebagai  tegangan penggerak motor. Selain IC L293D, perangkat lain yang kami gunakan yaitu push ON button yang berfungsi sebagai saklar. Untuk IC 4070 disini berfungsi untuk membuat keluaran pada push ON menjadi logic 0 (OFF). Dalam proyek arduino ini menggunakan push ON sebanyak 8 dan masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Push ON button 1 sampai dengan 4 berfungsi untuk mengatur putaran arah dan kecepatan motor 1. Push ON button 1 untuk memutar arah motor searah jarum jam (putar kanan), dan push ON button 4 untuk memutar arah motor akan berlawanan jarum jam (putar kiri), untuk push ON button 2 dan 3 berfungsi untuk menambah kecepatan putar pada motor. Push ON button 5 sampai dengan 8 berfungsi untuk mengatur kecepatan pada motor 2. Ketika push ON button 5 ditekan,  maka motor 2 akan berputar, kemudian ketika push ON button 6, push ON button 7 ditekan, maka kecepatan motor 2 akan bertambah semakin cepat dan ketika push ON button 8 ditekan maka kecepatan putar akan meencapai batas maksimal.
II.   TINJAUAN PUSTAKA
Untuk tinjauan pustaka kali ini, akan membahas tentang apa saja peralatan input dan output yang digunakan untuk Proyek Arduino tentang “Pengaturan Kecepatan Putar Motor DC dengan Push On-Off Button”.

B.         Arduino UNO
Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroller yang didasarkan pada ATmega328. Arduino UNO mempunyai 14 pin digital input/output (6 diantaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, sebuah osilator Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header, dan sebuah tombol reset. Arduino UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang mikrokontroller, mudah menghubungkan ke sebuah computer dengan sebuah kabel USB atau mensuplainya dengan sebuah adaptor AC ke DC atau menggunakan baterai untuk memulainya.
Arduino UNO berbeda dari semua board Arduino sebelumnya. Arduino UNO tidak menggunakan chip driver FTDI USB-to-serial. Sebaliknya, fitur-fitur ATmega16U2 (ATmega8U2 sampai ke versi R2) deprogram sebagai pengubah USB ke serial. Revisi 2 dari board Arduino UNO mempunyai sebuah resistor yang menarik gaya 8U2 HWB ke ground, yang membuatnya lebih mudah untuk diletakkan ke dalam DFU mode. Revisi 3 dari board Arduino UNO memiliki fitur-fitur baru sebagai berikut:
1.        Pinout 1.0: ditambah pin SDA dan SCL yang dekat dengan pin AREF dan dua pin baru lainnya yang diletakkan dekat dengan pin RESET, IOREF yang memungkinkan shield-shield untuk menyesuaikan tegangan yang disediakan dari board. Untuk ke depannya, shield akan dijadikan kompatibel/cocok dengan board yang menggunakan AVR yang beroperasi dengan tegangan 5V dan dengan Arduino Due yang beroperasi dengan tegangan 3.3V. Yang kedua ini  merupakan sebuah pin yang tak terhubung, yang disediakan untuk tujuan kedepannya.
2.        Sirkit RESET yang lebih kuat.
3.        ATmega16U2 menggantikan 8U2.
Arduino UNO adalah seri terakhir dari board Arduino USB dan model referensi untuk papan Arduino, untuk suatu perbandingan dengan versi sebelumnya. Berikut adalah ringkasan spesifikasi dari Arduino UNO:
Mikrokontroller
ATmega328
Tegangan Pengoperasian
5 Volt
Tegangan input yang disarankan
7-12 Volt
Batas tegangan input
6-20 Volt
Jumlah pin I/O digital
14 (6 diantaranya menyediakan keluaran PWM)
Jumlah pin input analog
6
Arus DC tiap pin I/O
40mA
Arus DC untuk pin 3.3 Volt
50 mA
Memori Flash
32 KB (ATmega328), sekitar 0.5 KB digunakan oleh bootloader
SRAM
2 KB (ATmega328)
EEPROM
1 KB (ATmega328)
Clock Speed
16 MHz

tabel 2.1 Spesifikasi dari Arduino UNO



Gambar 2.1 Arduino UNO

B.         IC L293D
IC L293D ini berfungsi untuk driver motor DC. IC L293D merupakan IC buatan SGS Thomson Microelectronics untuk mengontrol  motor. IC ini menerima kontrol pada level DTL maupun TTL dan  mampu menjalankan beban induktif seperti relay solenoid, motor DC maupun motor stepper bipolar. Driver motor ini kita gunakan  IC H-bridge yaitu IC L293D. IC ini dapat mengatur 2 motor DC sekaligus dan untuk mengendalikan motor DC  kita tinggal  berikan pulsa atau logika yang sesuai pada EN1 untuk mengaktifkan motor dan IN1-IN2 untuk arah putaran, dengan output yang diperkuat pada OUT1-OUT2. Pada IC L293D ini dapat menggerakkan dua motor DC  sekaligus,  IC ini juga dapat digunakan untuk aplikasi switching sampai frekuensi 5 KHz. IC driver L239D dikemas dalam 16 pin dimana 4 pin yang dihubungkan bersama  dengan ground serta tegangan input 5 Volt untuk pengaktif IC dan 12 Volt sebagai  tegangan penggerak motor. Berikut adalah konfigurasi pin dari IC L293D:



Gambar Konfigurasi 2.2 Pin IC L293D
C.        IC 4070
Untuk IC 4070 menggunakan masukan gerbang eksklusif OR (EX-OR). Gambar dibawah  ini menunjukkan tentang spesifikasi, koneksi pin dan logika pada IC 4070. Spesifikasi IC 4070:

4070
IC Family
CMOS
Function Family
Logic
Description
Quad 2-input XO Gate
Pins
14



Gambar 2.3 Koneksi Pin dan Logika Pada IC 4070

D.      Motor DC
Motor DC merupakan jenis motor yang menggunakan tegangan searah sebagai sumber tegangannya. Dengan memberikan beda tegangan pada kedua terminal tersebut, motor akan berputar pada suatu arah, dan bila polaritas dari tegangan  tersebut dibalik, maka arah putaran motor akan terbalik pula. Polaritas dari tegangan yang diberikan pada dua terminal menentukan arah putaran motor, sedangkan besar dari beda tegangan pada kedua terminal menentukan kecepatan motor. Bagian  dasar dari motor DC yaitu:
1.    Bagian yang tetap/stasioner yang disebut stator. Stator ini menghasilkan medan magnet, baik yang dibangkitkan dari sebuah koil (elektromagnet) ataupun magnet permanen.
2.    Bagian yang berputar disebut rotor. Rotor ini berupa sebuah koil dimana arus listrik mengalir.


Gambar 2.4 Motor DC


Gaya electromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh magnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan. Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan magnet B.

Gambar 2.5 Konstruksi Motor DC
Belitan stator merupakan electromagnet, dengan penguat magnet terpisah F1-F2. Belitan jangkar ditopang oleh poros dengan ujung-ujungnya terhubung ke komutator dan sikat arang A1-A2. Arus listrik DC pada penguat magnet mengalir dari F1 menuju F2 menghasilkan medan magnet yang memotong belitan jangkar. Belitan jangkar diberikan lictrik DC dari A2 menuju ke A1. Sesuai kaidah tangan kiri, jangkar akan berputar berlawanan jarum jam. Gaya electromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh magnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan. Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan magnet B. arah gaya F dapat ditentukan dengan aturan tangan kiri seperti pada gambar 2.6:
Gambar 2.6 Penentuan Arah Gaya Pada Kawat Berarus Listrik Dalam Medan Magnet
E.         Push ON Button
Push ON button adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan bisa melakukan dua fungsi berbeda, yakni menutup sirkuit bila ditekan, atau justru membuka sirkuit bila ditekan.

Gambar 2.7 Simbol Push Button




Gambar 2.8 untuk Push ON Button

F.         Resistor
Resistor adalah salah sau komponen elektronika yang berfungsi sebagai penahan arus yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan berupa terminal dua komponen elektronik yang menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang melewatinya sesuai dengan hokum Ohm (V=I.R). sebuah resistor tidak memiliki kurub positif dan negative, tapi memiliki karakteristik utama yaitu resistansi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan power rating. Karakteristik lainnya meliputi koefisien temperature, kebisingan, dan induktansi. Ohm yang dilambangakan dengan symbol Ω (Omega) merupakan satuan resistansi dari sebuah resistor yang bersifat resistif.
Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus  listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut:
1.        Untuk menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian.
2.        Untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian.
3.        Berfungsi untuk membagi tegangan.
4.        Untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dengan bantuan transistor dan kondensator.
Resistor dapat ditentukan nilainya dengan cara menghitung gelang warna pada resistor.
Gambar 2.9 Resistor

G.        LED (Light Emiting Diode)
LED (Light Emiting Diode) digunakan sebagai indicator atau sebagai alat peraga (display). LED (Light Emiting Diode)   adalah jenis dioda yang mempunyai lapisan fosfor yang bias memancarkan cahaya saat diberi polaritas pada kedua kutubnya. LED mempunyai batasan arus maksimal yang mengalir melaluinya. Diatas nilai tersebut dipastikan umur LED tidak akan lama. Jenis LED ditentukan oleh cahaya yang dipancarkan. Seperti LED merah, hijau, biru, kuning, oranye, inframerah dan laser diode. Selain sebagai indikator, beberapa LED mempunyai fungsi khusus seperti LED inframerah yang dipakai untuk transmisi pada system remote kontrol dan opto sensor juga laser diode yang dipakai untuk optical pick-up pada sistem CD. Dioda jenis ini dibias maju (forward).

Gambar 2.10 Simbol LED (Light Emiting Diode)
III. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
Dalam perancangan dalam pembuatan penelitian  ini yaitu “Pengaturan Kecepatan Putar Motor DC dengan Push On-Off Button” terdiri atas  perancangan mekanik (hardware) yang meliputi perancangan eletrik dan perancangan software. Perancangan ini mempunyai gambaran seperti gambar dibawah ini:


Gambar 3.1 Perancangan Alat
Pada gambar diatas mempunyai prinsip kerja seperti pada gambar diagram blok dibawah ini:






A.         Perancangan dan Pembuatan Mekanik
Perancangan dan pembuatan mekanik meliputi dari pembuatan rangkaian driver motor sebagai outputatau rangkaian push on off button sebagai input.
a.        Perancangan Rangkaian Input

Gambar 3.2 Rangkaian Input
Rangkaian input meliputi 8 buah push ON button dan 2 buah switch ( switch 1 dan 2) untuk mengatur keluaran IC CMOS 4070 yang memiliki gerbang EX-OR. Rangkaian
ini dibagi menjadi 2 bagian, bagian A yang terdiri dari 4 buah push ON button (PB 0-3), 1 switch (switch 1)  dan 1 IC CMOS 4070 berfungsi untuk mengatur motor 1. Bagian B yang terdiri dari 4 buah push ON button (PB 4-7), 1 switch (switch 2) dan 1 IC CMOS 4070 berfungsi untuk mengatur motor 2. Di dalam rangkaian ini terdapat LED yang berfungsi sebagai indikator keluaran dari rangkaian input
Rangkaian input ini berfungsi untuk mengatur kecepatan putaran dan arah putar dari motor DC. Ketika push button ditekan maka akan mengeluarkan logik 1 sehingga motor akan mulai berputar ke arah kanan. Jika switch ditekan maka IC CMOS 4070 akan berubah menjadi aktif rendah sehingga keluaran pada push button akan menjadi aktif rendah sehingga putaran motor DC akan berputar ke arah kiri. Jika switch tidak ditekan maka keluaran push button akan menjadi aktif tinggi.

b.        Perancangan Rangkaian Output


 













              Gambar 3.3 Rangkaian Output

Rangkaian output meliputi 2 Motor DC dan 1 buah IC L293D. IC ini dapat mengatur 2 motor DC sekaligus dan untuk mengendalikan motor DC, IC ini hanya perlu diberikan pulsa atau logika yang sesuai pada EN1 untuk mengaktifkan motor dan IN1-IN2 untuk arah putaran, dengan output yang diperkuat pada OUT1-OUT2. Motor DC akan berputar dengan kecepatan yang telah diatur pada program.
B.         Perancangan Software
Perancangan software dibutuhkan untuk menjalankan alat yang dibuat pada proyek arduino  ini. Program berfungsi menjalankan sistem melalui mikrokontroler Arduino Uno, yang nantinya chip mikrokontroler tersebut akan diisi program perintah yang diinginkan.

IV. PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA DATA
Setelah pembuatan rancangan alat, maka dilakukan pengujian alat dan  analisa data. Tujuan pengujian ini adalah untuk  mengetahui bahwa rancang bangun pengatur kecepatan putar motor DC ini bekerja sesuai dengan  perancangan sistem. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian terhadap hardware dan pengujian software, kemudian analisa pembahasan terhadap data yang diperoleh.

A.         Pengambilan Data pada Alat
Pengambilan data pada alat berfungsi untuk mengatur besar kecepatan dan arah putar dari motor DC. Rangkaian input dibagi menjadi 2 bagian, bagian A yang terdiri dari 4 buah push ON button (PB 0-3), 1 switch (switch 1) dan 1 IC CMOS 4070 berfungsi untuk mengatur motor 1. Bagian B yang terdiri dari 4 buah push ON button (PB 4-7), 1 switch (switch 2) dan 1 IC CMOS 4070 berfungsi untuk mengatur motor 2. Rangkaian output terdiri dari IC L293D dan 2 buah Motor DC.

a.         Pengambilan data Arah Putar Motor
Input
Enable Pin
Output
Keterangan
H
H
H
Searah jarum jam
L
H
L
Berlawanan arah
H
L
Z
Diam
L
L
Z
Diam
Table 4.1 Arah Putar Motor DC
Keterangan :
H         = Aktif Tinggi
L         = Aktif Rendah
Z         = Impedansi Tinggi

b.         Pengambilan data Kecepatan Motor
            Pada alat ini, kecepatan  motor DC diatur berdasarkan Modulasi Lebar Pulsa atau PWM. Tombol-tombol Push ON button berfungsi untuk mengatur kecepatan Motor DC.

Nama Tombol
Fungsi Tombol saat ditekan
Push ON Button 0
Start dan Stop Motor 1 dengan kecepatan awal sebesar 63
Push ON Button 1
Menambah Kecepatan Motor 1 menjadi sebesar 126
Push ON Button 2
Menambah Kecepatan Motor 1 menjadi sebesar 189
Push ON Button 3
Menambah Kecepatan Motor 1 menjadi sebesar 252
Push ON Button 4
Start dan Stop Motor 2 dengan kecepatan awal sebesar 63
Push ON Button 5
Menambah Kecepatan Motor 2 menjadi sebesar 126
Push ON Button 6
Menambah Kecepatan Motor 2 menjadi sebesar 189
Push ON Button 7
Menambah Kecepatan Motor 2 menjadi sebesar 252
Tabel 4.2 Fungsi masing-masing Push ON Button

V. KESIMPULAN
Setelah dilakukan pengujian dan penganalisaan alat yang telah dibuat  maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.        Kecepatan Motor DC dapat diatur berdasarkan PWM atau Modulasi Lebar Pulsa. 
2.        IC CMOS 4070 berfungsi untuk mengubah keluaran input menjadi logik tinggi atau rendah karena memiliki gerbang EX-OR.
3.        IC L293D berfungsi sebagai driver motor DC dan dapat digunakan untuk mengatur 2 motor DC.

DAFTAR PUSTAKA
[1].   Spesifikasi dan konfigurasi pin dari IC 4070. http://m.wikibooks.org/wiki/Practical_Electronics/IC/4070.
[2]. Pengertian dan fungsi resistor
[3].  Prinsip kerja motor DC
[4].  Jenis-jenis dioda
[5].  Pengertian dari Arduino UNO
[6].  Data Sheet dari IC L293D
[7].  Data Sheet dari IC 4070


















































Tidak ada komentar:

Posting Komentar